Kesenian Gandalia Tampil Pada Malam Anggara Kasih Di Tambaknegara Rawalo

Selasa, 26 November 2019 | 1460 Kali
Kesenian Gandalia Tampil Pada Malam Anggara Kasih Di Tambaknegara Rawalo

Rawalo - Malam Anggara Kasih di Sasana Adirasa Pangleremaning Driyo pada Senin (25/11) di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo dibuka oleh Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Malam Selasa Kliwon atau masyarakat Jawa mengenalnya dengan Malam Anggara Kasih yang memiliki arti malam penuh kasih sayang. Malam Anggara Kasih kali ini diinisiasi oleh Majelis Luhur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) dan dihadiri oleh Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Forkompinca setempat, Kepala Desa Tambaknegara, MLKI Kab. Banyumas, MLKI Kab. Cilacap, tokoh adat, penghayat kepercayaan se Kabupaten Banyumas dan masih banyak lagi.

 

Sebelumnya telah dilaksanakan acara Ritual Caos Sesaji yang dilaksanakan di Bale Malang yang dipimpin oleh Kyai Muharto, dilanjutkan dengan Pisowanan Makam Agung Mbah Gusti yang oleh warga setempat sangat dikeramatkan, dan dilanjutkan dengan acara Mbukak Wadi yaitu penjelasan sesaji. Acara kemudian dilanjutkan ritual tolak bala yang dilakukan oleh Kyai Muharto bertempat di Sasana Adirasa Pangleremaning Driya. Kemudian kidungan oleh Kasepuhan Kalitanjung dan kesenian Gandalia yang merupakan kesenian asli setempat yang terdiri dari angklung dan kendang dimainkan oleh para kyai sesepuh dan seorang sinden lanang (laki-laki), karena memang sinden wanita adalah hal yang tabu disana. Baca juga: Gandalia.

 

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Dra. Christiyati Ariani, M.Hum dalam sambutannya mengatakan bahwa Malam Anggara Kasih dilaksanakan untuk merefleksikan diri tentang segala tingkah laku apakah sudah sesuai dengan apa yang kita yakini. Selama ini pada Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa kegiatan Malam Anggara Kasih dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah yang sudah 11 kali dilaksanakan, dan mulai tahun 2019 ini dilaksanakan di daerah, dan di Tambaknegara ini adalah yang ke-4 kalinya setelah Solo, Kediri dan Lampung. Hal ini bertujuan agar menjalin kedekatan dengan para kadang penghayat di seluruh Indonesia, sehingga dapat mendengarkan keluh kesah, hambatan, kendala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam melaksanakan organisasi.

 

Christiyati Ariani mengapresiasi pelaksanaan Malam Anggara Kasih di Desa Tambaknegara ini dan berharap agar melestarikan kegiatan ini, dan dengan pertunjukan wayang kulit Ki Dalang Sutjipto dengan lakon Karno Tanding ini, mempunyai makna yang mendalam dan mengandung maksud bagaimana kita memerangi hawa nafsu dan perilaku serta tindakan sehari-hari yang belum pas dengan ajaran kita, dan para kadang penghayat bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dari perilaku, perbuatan dan ucapannya. Di Indonesia terdapat 190 organisasi di tingkat pusat dan di Banyumas ini terdapat 14 organisasi penghayat, pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar