Wisata Seni Archives


Cowongan

Cowongan adalah bentuk ritual budaya pada jaman dahulu yang dilaksanakan dengan maksud mengundang hujan yang dilakukan masyarakat Banyumas terutama para petani yang mengalami kemarau panjang. Ritual Cowongan biasanya dilaksanakan pada akhir masa kapat (hitungan masa pada kalender jawa). Dalam pelaks

Ebeg

Ebeg merupakan istilah kesenian kuda lumping atau jaran kepang untuk wilayah sebaran budaya Banyumasan. Pertunjukkan ebeg umumnya diiringi oleh gamelan ataupun calung dengan jumlah penari 6-20 orang atau lebih. Perlengkapan tarian ebeg ini menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu sert

Kenthongan

Pada mulanya kenthongan merupakan alat tradisional yang terbuat dari seruas bambu dan digunakan untuk ronda oleh masyarakat pedesaan, akan tetapi kenthongan tersebut memiliki irama nada yang menarik ketika dimainkan secara bersamaan oleh banyak orang. Sehingga kesenian musik ini tumbuh pesat hampir

Dalang Jemblung

Jemblung adalah seni tutur kata dalam bntuk dialog yang dalam pertunjukannya dilakukan oleh empat orang pemain dengan cara duduk didepan meja yang disuguhi nasi tumpeng, jajan pasar, minuman sambil menceritakan lakon-lakon seperti layaknya kethoprak yang menyajikan kisah-kisah babad, legenda atau ce

Penjamasan Jimat Kalisalak

Prosesi pencucian jimat kalisalak ini merupakan penjamasan benda-benda pusaka peninggalan Amangkrut 11 (Raja Mataram). Adapun benda-benda pusaka yang dijamas berupa keris, mata uang logam, surat-surat yang ditulis diatas daun lontar, dan Bekong/periuk yang selalu dijadikan pedoman ramalan untuk satu

Ujungan

Ujungan merupakan salah satu prosesi ritual yang diselenggarakan oleh masyarakat Banyumas di bagian selatan sungai Serayu pada tempo dulu sebagai sarana meminta hujan saat sedang dilanda kemarau panjang. Ritual ini merupakan bentuk upacara yang diselenggarakan dalam bentuk pertandingan antara 2 oran

Bongkel

Bongkel merupakan instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan. pada mulanya alat ini sangat populer dikalangan petani hutan dan lahan kering karena para petani pada jaman dimana lingkungan hutan masih rimba dan binatang huniannya sebagai an

Sintren/Laisan

Kesenian Sintren atau Laisan mulanya berasal dari kisah legenda kasih asmara antara Sulandono yang merupakan putra Ki Baurekso hasil perkawinan dengan Dewi Ratnasari dan Sulasih yang merupakan putri desa. Namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu Ki Baurekso. Akhirnya Sulandono pergi bert

Lengger

Seni tari lengger atau lenggeran merupakan kesenian Banyumasan yang sudah cukup tua. Dahulu ada masa penjajahan oleh kolonial Belanda, rakyat merasa sulit untuk mencari nafkah sehingga apapun dilakukan orang asal bisa mendapatkan uang. Kata lengger sendiri merupakan jarwo dhosok bahasa jawa yang ber

Bandol

Kata Bandol merupakan kependekan dari ban bodol. Artinya ban yang telah rusak. Seiring kepadatan arus laju lalu lintas dan bertambahnya sarana transportasi membuat menggunungnya sampah/limbah ban bekas yang tak bisa tervulkanisir lagi. Mau dikemanakan ban-ban bekas tadi? Jawabannya akan mudah, bawa