Meskipun namanya mirip dengan masjid di Wangon, Masjid Saka Tunggal di Dusun Legok, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen ini memiliki keunikan sejarahnya sendiri. Masjid ini merupakan bangunan kuno yang didirikan menggunakan satu tiang tunggal sebagai penyangga utamanya, yang melambangkan keesaan Tuhan (Tauhid). Arsitekturnya yang sederhana namun kokoh mencerminkan bagaimana kearifan lokal digunakan dalam membangun tempat peribadatan di masa lampau tanpa menghilangkan nilai-nilai religiusitasnya.
Masjid ini sering menjadi tujuan wisatawan religi yang ingin mempelajari sejarah arsitektur Islam di pedalaman Jawa. Selain bangunannya yang unik, lingkungan sekitar masjid juga sangat kental dengan suasana pedesaan yang religius, di mana kegiatan mengaji dan selawatan masih sangat aktif dilakukan. Berkunjung ke sini memberikan pengalaman batin yang menenangkan sekaligus menambah wawasan tentang bagaimana ajaran Islam berakulturasi dengan seni bangunan tradisional.