Mbah Kalibening dikenal sebagai tokoh pendakwah atau penyebar agama Islam yang datang ke wilayah Banyumas pada masa awal masuknya Islam di Jawa. Menurut sebagian tradisi dan sumber lokal, beliau memiliki nama asli Syekh Maulana Rumaini dan berasal dari Persia. Beliau dipandang sebagai musafir dan penyebar Islam sebelum era Walisongo yang datang sekitar abad ke-13 Masehi.
Makam Mbah Kalibening menjadi tempat ziarah religius yang dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, khususnya pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Maulud, Suro/Muharam, dan hari-hari tertentu dalam kalender keagamaan. Di lokasi ini juga digelar prosesi jamasan pusaka (pembersihan atau pencucian pusaka) pada bulan Maulud atau waktu ritual lain. Ratusan benda pusaka seperti keris, tombak, dan lain-lain dibawa dari Museum Kalibening, dicuci di Sumur Pasucen, kemudian disowankan atau didoakan di makam sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian tradisi.