Sintren/Laisan

Senin, 29 Pebruari 2016 | 5014 Kali
Sintren/Laisan

Kesenian Sintren atau Laisan mulanya berasal dari kisah legenda kasih asmara antara Sulandono yang merupakan putra Ki Baurekso hasil perkawinan dengan Dewi Ratnasari dan Sulasih yang merupakan putri desa.

Namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu Ki Baurekso. Akhirnya Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari, meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam ghaib.

Kesenian Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci dibantu oleh pawang (mlandang) diiringi lagu-lagu pujian dan iringan karawitan seadanya. Dalam perkembangannya tari Sintren sebagi hiburan budaya, kemudian dilengkapi oleh penari pendamping dan bodor (lawak).

Dalam permainan kesenian rakyat ini juga terdapat sosok Dewi Lanjar yang sangat berpengaruh dalam pertunjukkan Sintren. Dewi Lanjar merupakan roh (indhang) yang diundang untuk memasuki tubuh sang penari Sintren).

Kehadiran Dewi Lanjar yang merasuk pada tubuh penari Sintren inilah yang membuat sang penari terlihat lebih cantik dan lebih lincah mempesona saat membawakan tarian tersebut.

Komentar