Buka Residensi Perfilman Banyumas, Plt. Kadinporabudpar: Jangan Takut Angkat Cerita Lokal Banyumas !
Purwokerto - Dinporabudpar Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Residensi Perfilman Banyumas 2026 untuk pertama kalinya pada Selasa s.d Minggu (15-20/09) di Gedung Soetedja dan Hetero Space Purwokerto.\
Setelah sukses menyelenggarakan beberapa workshop seperti workshop sastra, workshop musik, dan residensi teater, kini Dinporabudpar Banyumas menyelenggarakan Residensi Perfilman guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengembangkan potensi dan talenta seni budaya di bidang perfilman, dan untuk mendorong generasi muda dan komunitas untuk menghasilkan karya film yang kreatif dan berkualitas. Seperti diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Amyati, S.Sos, M.Si pada pembukaan Residensi Perfilman Banyumas 2026 di Gedung Soetedja. "Residensi Perfilman ini diikuti 40 orang yang berasal dari 5 komunitas perfilman/seni budaya di Banyumas yaitu: Komunitas Cinemadoea (SMAN 2 Purwokerto), Komunitas Threelens (SMAN 3 Purwokerto), Komunitas Skadaframe (SMKN 2 Purwokerto), Komunitas Mandumas Picture (MAN 2 Banyumas) dan Komunitas Ksatriart Production (SMK Kesatrian Purwokerto). Keberagman latar belakang peserta ini diharapkan menjadi kekuatan dalam proses pembelajaran, pertukaran pengalaman serta membangun kolaborasi dalam menghasilkan karya-karya kreatif", ungkapnya.
Materi-materi yang akan diterima para peserta seperti pengenalan dasar film pendek, riset penulisan skrip film documenter, manajemen produksi film, teknik pengambilan film, dan teknik editing film. Selain itu peserta juga akan diberi kesempatan untuk melakukan diskusi, praktik, kerja kelompok, serta proses kreatif di lapangan yang diharapkan dapat menghasilkan gagasan maupun karya.
Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Banyumas ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinporabudpar Banyumas Ir. Junaidi, M.T. Menurut beliau, perfilman memiliki posisi yang strategis dalam pengembangan seni budaya. Tidak hanya sebagai karya audio visual, tetapi dapat menjadi media untuk merekam, mengenalkan, dan mempromosikan kekayaan budaya, tradisi, sejarah, kehidupan masyarakat, serta berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Banyumas. "Banyumas memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Ada Bahasa, tradisi, kesenian, cerita rakyat, kuliner, kehidupan sosial masyarakat, hingga berbagai karakter dan kearifan local yang sangat potensial untuk diangkat menjadi karya film", ujarnya. "Harapan saya kegiatan ini dapat menjadi ruang para peserta untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menemukan gagasan-gagasan kreatif yang berangkat dari kekayaan lokal Banyumas. Jangan takut untuk mengangkat cerita lokal Banyumas, karena sering kali cerita yang paling dekat dengn kehidupan kita, justru memiliki nilai yang sangat kuat Ketika dikemas dengan kreativitas dan perspektif yang tepat", tutupnya saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan ini.
View this post on Instagram
Informasi
Statistik Pengunjung
Menara Pandang Teratai Purwokerto