Belajar Bersama Museum Wayang Banyumas Siapkan Generasi Penerus Sinden dan Dalang Banyumasan
Belajar Bersama Museum Wayang Banyumas Siapkan Generasi Penerus Sinden dan Dalang Banyumasan

Belajar Bersama Museum Wayang Banyumas Siapkan Generasi Penerus Sinden dan Dalang Banyumasan

Rabu, 24 Juni 2026 · Dibaca 360 kali

Banyumas - Museum Wayang Banyumas kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya melalui kegiatan Belajar Bersama Museum Wayang Banyumas pada Rabu s.d Kamis (24-25/6).

 

Bertempat di Bale Adipati Mrapat (dulu Duplikat Sipanji) kegiatan ini mengambil tema "Belajar Sinden dan Pedalangan Banyumasan". Diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi Banyumasan, khususnya seni sinden dan pedalangan.

 

Kegiatan yang dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, komunitas seni, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni dan budaya tradisional. Peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para praktisi dan seniman berpengalaman di bidang seni karawitan, sindenan, dan pedalangan Banyumasan, antara lain Ki Sungging Suharto, Carlan, S.Sn, Ki Panji Laksono dan sinden senior Dilastri.

 

Plt Kepala Dinporabudpar Banyumas Ir. Junaidi, M.T menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut adanya langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda secara aktif. "Wayang dan seni karawitan bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai kehidupan, etika, kepemimpinan, serta identitas budaya masyarakat Banyumas. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi penerus yang mampu melestarikan dan mengembangkan seni tradisi Banyumasan", ujarnya. Harapannya setelah kegiatan ini peserta pedalangan akan ikut berkompetisi pada Lomba Dalang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

 

Dalam workshop sinden, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar notasi, teknik vokal, cengkok, gregel, serta praktik membawakan gending Banyumasan. Sementara itu, pada workshop pedalangan peserta dikenalkan pada wayang gagrag Banyumas, teknik sabet, suluk, antawacana, hingga praktik pakeliran dasar. Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai budaya seperti gotong royong, integritas, kreativitas, nasionalisme, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

 

Museum Wayang Banyumas yang dikenal sebagai pusat pelestarian seni pedalangan Banyumas atau "Sendang Mas" (Seni Pedalangan Banyumas) terus berupaya menghadirkan berbagai program edukasi yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan Belajar Bersama Museum, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi budaya, tetapi juga sebagai ruang belajar yang hidup dan interaktif.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan turut berperan dalam menjaga keberlanjutan seni sinden dan pedalangan Banyumasan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

 

 

Tag terkait: workshop dhalang dan sinden banyumas

Statistik Pengunjung

0 Hari Ini
0 Minggu Ini
0 Bulan Ini
0 Tahun Ini
0 Total Pengunjung
57.667 Pembaca

Aksesibilitas