Lestarikan Seni Lukis Sokarajaan, Dinporabudpar Gelar Workshop di Gedung Soetedja Purwokerto
Purwokerto - Sebanyak 30 siswa-siswi SMP dan SMA/Sederajat ikuti Workshop Lukis Sokarajaan Tahun 2026 di Gedung Kesenian Soetedja Purwokerto pada Rabu-Kamis (12-13/8).
Diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, acara dibuka oleh Plt. Kepala Dinporabudpar Kab. Banyumas Ir. Junaidi M.T., sekaligus memberikan materi bagi peserta, dan dalam sambutannya disampaikan bahwa seni Lukis Sokarajaan atau gaya Lukis Sokarajaan bukan sekadar hasil goresan kuas di atas kanvas. Sokarajaan adalah bagian penting dari identitas, sejarah dan warisan kebudayaan Kabupaten Banyumas. "Namun keberlanjutan sebuah warisan budaya sangat bergantung pada regenerasi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinporabudpar Banyumas sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya workshop ini", ujarnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kab. Banyumas Amyati, S.Sos, M.A.P. dalam laporan panitia mengatakan bahwa workshop ini bertujuan untuk melestarikan nilai dan tradisi agar teknik khas gaya lukisan Sokarajaan ini tetap lestari tidak tergerus zaman, kemudian menjadi wadah generasi muda untuk mengasah bakat sehingga melahirkan talenta-talenta baru, serta agar seni rupa menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mampu mendukung daya tarik pariwisata Banyumas.
Kegiatan selama 2 (dua) hari dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menghadirkan narasumber dari Ikatan Pelukis Banyumas, yaitu Zen Ahmad dan Tomas Sudoro Yekti. Workshop ini mendapat antusiasme dari pelajar di berbagai wilayah Banyumas. Zen Ahmad selaku salah satu narasumber mengaku tidak menyangka minat pelajar terhadap seni lukis Sokarajaan begitu tinggi. Dari sekitar 30 peserta, mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Sokaraja hingga Wangon. Ia juga melihat banyak karya yang bagus dan menunjukkan bakat para peserta. “Ternyata anak-anaknya sangat berbakat,” ujar Zen. Ia berharap generasi muda dapat terus berekspresi dengan gaya masing-masing, sekaligus tetap mempelajari dan melestarikan warisan seni dan budaya Banyumas.
Antusiasme dirasakan para peserta. Hasna dari SMA Negeri 2 Purwokerto mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapat pengalaman dan pengetahuan baru, termasuk mengenai moi indie. Sementara Nadia dari SMA Negeri 1 Sokaraja menilai kegiatan ini seru sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar teknik melukis dekoratif dan moi indie. “Semoga dengan adanya acara ini kita mampu melestarikan yang ada, yakni lukisan khas Sokarajaan,” kata Nadia. Ia berharap generasi muda semakin mengenal dan menyadari bahwa lukisan Sokarajaan memiliki nilai seni yang tidak kalah dengan karya dari daerah lain.
Informasi
Statistik Pengunjung
Menara Pandang Teratai Purwokerto