16 Anak Sukerta Ikuti Ruwat Sukerta Di Bale Adipati Mrapat Banyumas
Banyumas - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas kembali menggelar Tradisi Ruwat Sukerta 2026 di Bale Adipati Mrapat Kecamatan Banyumas pada Minggu (19/7).
Ruwat Sukerta 2026 yang menjadi satu rangkaian Festival Banjoemas Kota Lama ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Museum Wayang Banyumas, event ini diikuti dan terbuka untuk masyarakat umum. Ruwat sukerta merupakan tradisi dalam budaya Jawa yang bertujuan menyucikan atau membebaskan seseorang dari sukerta, yakni kondisi yang dalam mitologi Jawa diyakini menjadikan seseorang sebagai mangsa Batara Kala.
Sebanyak 16 peserta mengikuti prosesi ruwatan yang terdiri atas enam anak golongan ontang-anting, dua kembang sepasang, satu tunggak aren, dua uger-uger lawang, dua kedhini-kedhana, serta tiga sendhang kapit pancuran.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi sungkem kepada kedua orang tua, dilanjutkan pagelaran wayang kulit berlakon Murwakala yang dibawakan oleh dalang Ki Sungging Suharto. Setelah itu, peserta menjalani ritual inti berupa pemotongan rambut dan siraman sebagai simbol penyucian diri, sebelum diakhiri dengan larungan potongan rambut serta pakaian yang dikenakan saat prosesi ke Sungai Serayu. Selain ritual ruwatan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari dan kesenian kenthongan, lengger serta buncisan yang dapat dinikmati masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Maya mengaku tertarik dengan penyelenggaraan Tradisi Ruwat Sukerta karena memberikan pengalaman baru dalam mengenal budaya Jawa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik bagi generasi muda untuk memahami sekaligus mencintai budaya daerah. "Acaranya sangat bagus. Buat saya yang jarang mengikuti atau menonton acara budaya, ini menarik banget karena ada banyak hal yang mencerminkan budaya Jawa. Dari pandangan saya sebagai anak muda, acara ini juga cukup mengenalkan kepada kami agar lebih tahu dan mencintai budaya sendiri sehingga kita bisa ikut melestarikannya," ujarnya.
(Ditulis oleh Amalia Fadillah, Sekolah Vokasi IPB)
Video selengkapnya bisa disaksikan disini:
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Informasi
Statistik Pengunjung
Menara Pandang Teratai Purwokerto