Hadiri Pagelaran Lengger Bicara 2026, Fadli Zon Serahkan Penghargaan Kepada Maestro Banyumas
Hadiri Pagelaran Lengger Bicara 2026, Fadli Zon Serahkan Penghargaan Kepada Maestro Banyumas

Hadiri Pagelaran Lengger Bicara 2026, Fadli Zon Serahkan Penghargaan Kepada Maestro Banyumas

Sabtu, 27 Juni 2026 · Dibaca 538 kali

Purwokerto - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon hadir dalam acara Lengger Bicara 2026 yang digelar Yayasan Lengger Bicara pada Jumat (19/6).

 

Untuk ketiga kalinya, gelaran Lengger Bicara kembali dihelat Yayasan Lengger Bicara. Kali ini mengambil tema "Gemah Ripah Loh Jinawi". Event yang bertempat di Menara Teratai Purwokerto ini digelar dalam 2 (dua) sesi. Lebih dari 5.000 penari lengger dari ratusan grup kesenian yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Banyumas turut ambil bagian dalam sesi pertama Lenggeran Bareng yang digelar sore hari.

 

Malam harinya, diawali dengan sambutan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang menyampaikan bahwa Kesenian Lengger sebagai salah satu kesenian Banyumas memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas yang sangat kuat. "Oleh karena itu upaya pelestarian tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk pertunjukkannya, tetapi juga harus dilakukan melalui ruang-ruang diskusi, pendidikan regenerasi pelaku seni, serta keterlibatan generasi muda agar kesenian ini tetap hidup dan dicintai masyarakat", lanjutnya. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Banyumas untuk selalu mencintai, menjaga dan mengembangkan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri kita bersama. Lengger Bicara 2026 ini agar dijadikan momentum untuk merawat warisan leluhur sekaligus menumbuhkan kreatifitas budaya yang mampu menjawab tantangan zaman.

 

Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon dalam sambutannya menyampaikan bahwa regenerasi adalah kunci untuk kesinambungan, sustainability seni Lengger Banyumas. "Banyumas ini punya kekayaan seni dan tradisi yang potensial dikembangkan mulai dari Calung Banyumasan, Ebeg, Buncis, Seni Begalan, Ronggeng, hingga bahasa Ngapak yang dapat dikembangkan mulai teater, film, literasi, podcast dan lain-lain. Sebagai contoh film Ronggeng Dukuh Paruk yang dikembangkan dari novel karya Ahmad Tohari seniman Banyumas", ujarnya.

 

Kali ini Lengger Bicara memberikan penghargaan kepada maesto asli Banyumas yaitu Suliyah dan duo Peang Penjol yang merupakan seniman komedi yang telah puluhan tahun lalu menghibur masyarakat Banyumas khususnya.

 

Setelah penampilan Rianto, dilanjutkan dengan pagelaran Senandung Tanah Makmur yang merupakan kolaborasi lagu, tari, dan beberapa kesenian yang menjadi satu kesatuan. Pagelaran ditutup dengan penampilan Hyndia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag terkait: lengger bicara 2026

Statistik Pengunjung

0 Hari Ini
0 Minggu Ini
0 Bulan Ini
0 Tahun Ini
0 Total Pengunjung
57.662 Pembaca

Aksesibilitas